Inilah Besaran dan Cara Menghitung Pajak Barang Impor! – Ancala Logistic

Setiap barang dari luar negeri yang masuk di Indonesia dan memenuhi aturan perpajakan akan dikenai pajak impor dan biaya masuk. Persoalan penetapan pajak impor dan bea masuk ini seringkali menjadi pembicaraan hangat di Indonesia. Biar semakin paham, yuk KANCA kita bahas penjelasan dan cara menghitung pajak impor barang dan bea cukai di Indonesia.

Pengertian Bea Cukai

Pasti kamu tidak asing atau pernah mendengar istilah bea dan cukai. Istilah bea adalah pungutan pajak atas barang atau komoditas dalam hal kegiatan ekspor maupun impor. Bea sendiri dibagi menjadi 2, yaitu Bea Masuk dan Bea Keluar. Bea masuk adalah pungutan negara terhadap barang impor. Sedangkan bea keluar adalah pungutan negara terhadap barang ekspor. Adapun jenis barang yang dikenai bea keluar adalah kulit, kayu, kakao, kelapa sawit dan turunannya, produk hasil pengolahan mineral logam.

Istilah cukai merujuk pada pungutan negara yang dikenakan pada barang-barang tertentu yang memiliki sifat dan karakteristik tersendiri.Tidak semua barang dikenai biaya cukai. Barang yang dikenai cukai umumnya adalah barang-barang tertentu yang sifatnya dikonsumsi namun perlu dikendalikan dan diawasi peredarannya karena efek yang ditimbulkannya. Contoh barang yang dikenai cukai adalah; Etanol atau etil alkohol, minuman dengan kadar etil alkohol dan produk tembakau (seperti cerutu, sigaret, rokok, daun tembakau iris, dan hasil tembakau lainnya yang proses pembuatannya tidak sesuai dengan himbauan dari pemerintah).
Wine adalah Contoh komoditas yang dikenai cukai (supply: pixabay)

Pengertian Pajak Impor 

Pajak impor adalah pungutan pajak atas komoditas atau barang-barang impor. Berdasarkan UU Nomor 42 Tahun 2009, seluruh kegiatan impor akan ditangguhkan pajak Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai PPN), dan Pajak Penghasilan (PPh). Pemungutann pajak impor mencakup beberapa komponen pajak yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Ketentuan dan Besaran Pajak Impor

Hampir semua barang impor akan dikenakan pajak impor. Namun, ada juga barang impor yang kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terbebas dari pungutan Bea Masuk (BM), bahkan bebas PPN dan PPh Impor. Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199 Tahun 2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak atas Barang Impor Kiriman yang berlaku sejak akhir Januari 2020. Barang impor dengan nilai USD 3 atau sekitar Rp 43.500 (kurs Rp14.500 in step with dolar AS), maka tidak akan dikenakan Bea Masuk dan PPh Impor, namun dikenakan PPN 11% in step with April 2022. Sedangkan nilai impor lebih dari USD 3 hingga USD 1500 in step with kiriman akan dikenakan Bea Masuk 7,5% dan PPN 11%. Nilai impor lebih dari USD 1500 akan dikenakan Bea Masuk, PPN, dan PDRI dan wajib membuat Pemberitahuan Impor Barang (PIB) kepada Bea Cukai untuk mengetahui besaran pajak yang wajib dibayarkan. Pajak impor yang ditetapkan Pemerintah memang terbilang cukup besar. Hal itu dilakukan agar bisa menciptakan aturan yang menyeluruh serta menjunjung tinggi keadilan dalam berusaha khususnya kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia. Makanya beberapa komoditas tekstil dan garmen ditetapkan biaya pajak impor atau bea masuk yang berbeda seperti komoditas berikut ini.
  • Tas khusus 15% – 20%
  • Sepatu khusus 15% – 25%
  • Produk tekstil dengan PPN 11%
  • Serta PPh Pasal 22 impor sebesar 7,5% hingga 10
Komoditas tas dikenai biaya pajak impor atau bea masuk khusus (supply: pixabay)

Cara Menghitung Pajak Impor

Menghitung besaran Bea Masuk, PPN, dan PPh pada pajak impor dapat menggunakan rumus berikut. Bea Masuk = Persentase tarif x Harga beli barang impor PPN = 10% x (Harga beli barang impor + Bea Masuk) PPh = 0 Pada beberapa jenis kelompok barang yang khusus seperti tekstil, tas, dan sepatu perhitungan PPh-nya akan menjadi seperti ini. PPh = 10% x Harga beli barang impor jenis tekstil, tas, dan sepatu. Agar lebih memahami cara menghitung pajak impor barang, berikut Mincala kasih contoh kasus perhitungannya. Baca Juga Cara Mudah Menghitung Kubikasi Barang
AXL Parfum