Ini Cara Menentukan Harga Jual Ekspor Secara Tepat dan Bersaing!

Bagi Kanca yang memulai bisnis ekspor, yakin ga kalau sudah memberikan harga yang tepat untuk purchaser. Apakah pernah mengalami kesulitan dalam membuat kesepakatan dengan purchaser karena harga yang diberikan tidak cocok. Atau bahkan jangan-jangan eksportir lah yang merasa kurang diuntungkan. Yaps, bisa saja semua itu terjadi salah satunya karena eksportir kurang mengetahui cara menentukan harga ekspor yang tepat.

Dalam dunia ekspor, seorang eksportir harus bisa menetapkan dengan teliti berapa harga produk yang diekspor. Tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Dengan begitu, eksportir dapat menghadapi persaingan dan memasuki pasar ekspor dengan tingkat keuntungan yang diharapkan.

Lalu, hal apa saja sih yang harus dipertimbangkan biar bisa menentukan harga ekspor yang tepat. Yuk, simak artikel berikut KANCA!

1. Menghitung Harga Pokok Penjualan

Sebelum menjual produk atau jasa apapun, kita tentunya harus tau HPP produk tersebut. Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah overall pengeluaran dan beban yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan produk atau jasa. Dalam ekspor, terdapat tiga komponen utama yang harus diperhatikan untuk menghitung HPP, yaitu:

  • Harga Bahan Baku

Harga bahan baku adalah harga beli produk yang teman-teman mau jual. Harga ini meliputi harga pengemasannya juga jika teman-teman melakukan pengemasan sendiri.

  • Biaya Logistik / Transportasi

Sebelum menetapkan biaya logistik, harus dipastikan dulu bagaimana kesepakatan dengan purchaser mengenai incoterms yang mengatur kontrak pengiriman barang. Apapun transaksi yang teman-teman lakukan, mau itu FOB atau CNF, biaya logistik atau transportasi pasti akan selalu ada. Biaya ini meliputi biaya trucking hingga ke pelabuhan (jika FOB) hingga biaya angkutan laut atau udara (jika CNF).

  • Biaya Dokumen dan Administrasi

Salah satu perbedaan antara eksportir dan pedagang domestik adalah pasar yang ditargetkan. Eksportir menargetkan pasar luar negeri, jadi dokumen dan perizinan yang harus dibutuhkan lumayan banyak dan memakan biaya.

Dalam ekspor ada banyak dokumen yang harus diurus, terlebih jika produk yang mau kamu ekspor adalah produk Lartas yang membutuhkan sertifikat dan dokumen karantina. Terlebih jika kamu belum memiliki legalitas untuk mengurus dokumen tersebut, kamu butuh jasa undername dan tentunya akan menambah biaya lagi.

Ilustrasi dokumen ekspor (supply: Cohesion Accounting)

Selain ketiga biaya di atas, masih ada banyak komponen biaya lain yang patut diperhitungkan. Komponen biaya lain seperti biaya forwarder, biaya Terminal Handling Charge (THC), Biaya bea keluar dan biaya asuransi. Namun, biasanya komponen biaya tersebut sudah masuk ke dalam biaya logistik jika menggunakan jasa freight forwarder.

2. Menambahkan Persentase Keuntungan

Setiap bisnis pasti bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Setelah mendapatkan Harga Pokok Penjualan atau HPP, langkah selanjutnya adalah menambahkan persentase keuntungan. Pada langkah ini, teman-teman bisa menentukan persentase keuntungan berdasarkan keinginan teman-teman sendiri. Tidak ada rumus pastinya.

Dalam menambahkan presentasi keuntungan bisa dilakukan dengan menaikkan harga atau mark up. Untuk mark up harga juga tentunya harus berdasarkan overall perhitungan biaya (pengadaan bahan, tenaga kerja, freight dan sebagainya) dengan prosentase laba/benefit yang diinginkan. Tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah.

Membandingkan Harga Jual dengan Harga Komoditas di Pasar World

Jika teman-teman ragu dan takut harga yang teman-teman berikan terlalu mahal, teman-teman bisa mengikuti langkah ini, yaitu membandingkan dengan harga komoditas teman-teman di pasar international.

Caranya adalah dengan:

  • Mengidentifikasi negara pesaing untuk produk kamu

Dengan mengetahui negara pesaing yang mengkespor produk yang sama, teman-teman bisa memiliki perbandingan harga ke negara yang tepat.

Kalau misal teman-teman membandingkan harga pala Indonesia dengan negara Eropa, dimana di sana tidak ada pala dan mayoritas mengimpor pala, maka teman-teman membandingkan harga ke negara yang salah.

Caranya adalah dengan mencari di Google dengan key phrase “Best 5 (Nama Komoditas) Exportir”. Dari situ, teman-teman jadi tahu harus membandingkan ke negara mana.

  • Melalui Alibaba, cari produk kamu di negara pesaing

Setelah itu, teman-teman bisa mencari harga komoditas terkait melalui platform B2B e-commerce, seperti Alibaba. Jangan lupa, pasang clear out negara pesaing ya!

  • Meminta penawaran melalui kolom chat

Jika teman-teman ingin harga lebih akurat, teman-teman bisa meminta penawaran harga melalui kolom chat Alibaba. Karena biasanya harga yang terpampang tidak menjelaskan secara element mengenai spesifikasi dan grade dari produk tersebut, teman-teman bisa meminta penawaran untuk menanyakan harga lebih lanjut.

Jika sudah mendapatkan harga, teman-teman bisa langsung membandingkan harga deh. Pointers dari Mincala, jangan sampai terlalu jauh di atas rata-rata atau di bawah rata-rata aja sih. Dan jangan lupa ya, harus apple to apple jangan apple to samsung.

Nah, itulah cara menentukan harga ekspor. Hal yang paling penting adalah memastikan keuntungan yang didapatkan dari kegiatan ekspor dapat lebih tinggi daripada menjual dalam pasar domestik atau dalam negeri. Jangan lupa untuk mempertimbangkan banyak hal dalam menentukan harga agar eksportir dapat menghadapi persaingan dan memasuki pasar ekspor dengan tingkat keuntungan yang diharapkan.

AXL Parfum