8 Komoditas Pertanian Indonesia yang Eksis di Pasar Dunia!

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan berlimpah, mulai dari sektor pertambangan, kehutanan, kelautan, hingga pertanian dan perkebunan.

Berdasarkan information dari BPS (Badan Pusat Statistik), hingga bulan Agustus lalu, ekspor pertanian tahun 2022 sudah capai USD 3,05 miliar atau setara dengan 47,5 triliun rupiah. Banyak sekali bukan?

Dari nilai tersebut, subsektor perkebunan masih menjadi penyumbang terbesar, diantaranya kelapa sawit dan kopi yang merupakan komoditas yang sangat diminati pasar internasional.

Selain kelapa sawit dan kopi, ada lagi nih komoditas unggulan ekspor pertanian Indonesia . Yuk simak lebih lanjut.

Kelapa Sawit

(Supply: Oil Palm Biomass for Composite Panels)

Kelapa sawit atau CPO (Crude Palm Oil) adalah salah satu komoditas ekspor nomor satu di Indonesia. 58% dari general minyak sawit yang dihasilkan dunia adalah dari Indonesia, diikuti oleh Malaysia sebesar 26%. Makanya, tak heran jika Indonesia sangat mendominasi pasar sawit dunia.

Kelapa sawit ini diekspor dalam bentuk yang sangat bervariasi, karena produk turunannya yang sangat beragam dan bermanfaat. Mulai dari CPO itu sendiri, hingga inti kelapa sawit atau PKO (Palm Kernel Oil). Selain itu, limbah dari produksi kelapa sawit itu sendiri juga diekspor loh. Contohnya seperti Miko atau Minyak Kotor dan PKE atau Palm Kernel Expeller.

Negara Tujuan Ekspor (NTE) dari produk sawit juga beragam. Mulai dari India, China, Pakistan, hingga Uni Eropa.

Namun, kelapa sawit ini termasuk komoditas lartas ekspor teman-teman, yang artinya ekspornya dibatasi. Artinya, teman-teman harus mengantongi beberapa ijin tertentu untuk bisa mengkespor produk ini.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), no. 2/2022 tentang Kebijakan Pengaturan Ekspor, pemerintah resmi menerapkan larangan terbatas atau lartas pada ekspor produk sawit.

Kelapa

(Supply: DJPEN Kemendag)

Kalau tadi kelapa sawit, ini kelapa yang biasanya teman-teman sering lihat. Sama seperti kelapa sawit, Indonesia juga menjadi negara dengan produksi kelapa tertinggi di dunia. Pada tahun 2020 saja, produksi kelapa di Indonesia mencapai 16,8 juta metric ton.

Biasanya, kelapa ini diekspor dalam bentuk yang beragam. Mulai dari bahan pangan seperti coconut oil, coconut milk, coconut water, desiccated coconut atau daging kelapa kering, hingga bahan baku tekstil seperti coconut fibre atau serabut cangkang kelapa.

Negara Tujuan Ekspor (NTE) dari produk kelapa ini juga beragam. Mulai dari Singapore, Russia, hingga Jerman.

Biji Kakao

(Supply: Cultural Foodies)

Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan produk yang satu ini. Kakao adalah salah satu komoditi hasil perkebunan Indonesia yang dapat diolah menjadi produk kokoa dan cokelat yang mengandung antioksidan alami.

Berbeda dengan kedua produk di atas, Indonesia masih berada di peringkat keenam untuk ekspor produk kakao dan turunannya. Pada tahun 2020, nilai cacao yang diekspor Indonesia adalah sebesar USD 1,12 miliar.

Selain bijinya, cangkang kakao juga dapat diekspor. Cangkang kakao dapat digunakan untuk industri kimia sebagai pektin dan alkohol, hingga industri rumah tangga sebagai pupuk hijau dan bahan bakar.

Negara Tujuan Ekspor (NTE) dari produk kakao ini juga beragam, yakni Malaysia, Vietnam, Amerika Serikat, India, China, Belanda dan Australia.

Namun, sama halnya dengan sawit, biji kakao ini termasuk komoditas lartas ekspor. Jadi untuk teman-teman yang ingin ekspor kakao, jangan lupa untuk mengantongi semua ijinnya ya!

Pala

(Supply: Season with Spice)

Teman-teman tahu nggak kalau Pala atau Nutmeg adalah rempah-rempah yang dulu diperebutkan oleh VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie)? Siapa nih yang masih inget sama pelajaran sejarah jaman SMP?

Berasal dari Kepulauan Banda, Provinsi Maluku, Pala juga merupakan salah satu produk ekspor unggulan Indonesia. Yup, Indonesia merupakan negara nomor satu di industri pala dengan persentase ekspor sebesar 75% dari general ekspor pala di dunia.

Di Indonesia sendiri ada dua jenis pala yang umum diekspor, yaitu pala bulat dan pala panjang. Biasanya, pala diekspor dalam bentuk biji yang telah dikupas.

Tetapi, selaput dari biji pala tersebut yang biasa disebut fuli juga tak kalah populer. Bahkan, harga fuli bisa mencapai 4 kali lipat harga pala itu sendiri.

Negara Tujuan Ekspor (NTE) dari pala ini juga beragam, yakni China, India, Uni Eropa, dan United States. Kalau teman-teman tahu Eggnog, salah satu minuman khas Hari Natal dari United Kingdom, pala merupakan salah satu rempah yang wajib ada di Eggnog loh!

Kopi

(Supply: GreenBiz)

Siapa sih yang nggak asing sama kopi. Kopi adalah minuman seduhan biji kopi yang disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Tak hanya populer di Indonesia, minuman kopi juga sangat populer di manca negara.

Indonesia merupakan salah satu eksportir kopi terbesar di dunia. Pada tahun 2020, Indonesia mengkekspor komoditas kopi sebanyak USD 821,94 miliar. Kopi Indonesia biasanya diekspor ke berbagai macam negara, yakni Uni Eropa, Jepang, United States, dan negara asia lainnya.

Indonesia memiliki berbagai macam jenis varietas kopi yang populer di dunia, yaitu kopi luwak yang banyak ditemukan di Sumatera, kopi toraja yang berasal dari Sulawesi Selatan, kopi gayo yang berasal dari Aceh, kopi jawa dari Pulau Jawa, kopi kintamani dari Gunung Kintamani Bali, dan kopi sidikalang dari Sumatera.

Namun, seperti halnya sawit dan kakao, kopi merupakan komoditas lartas ekspor. Untuk bisa mengkespor kopi, teman-teman harus mengantongi ijin EKS atau Eksportir Kopi Sementara. EKS dapat ditingkatkan menjadi Eksportir Terdaftar Kopi (ETK) jika telah melakukan ekspor kopi sedikitnya 200 (dua ratus) ton dalam 1 (satu) tahun kopi.

Lada Hitam

(Supply: InaExport)

Lada hitam (Piper nigrum) berfungsi sebagai pengawet dan penambah rasa pada makanan. Salah satu rempah yang populer di dunia ini berasal dari hutan tropis di India. Indonesia merupakan salah satu negara eksportir lada hitam terbesar di dunia dengan persentase sebesar 10,3%.

Lada hitam ini dapat diekspor dalam keadaan utuh maupun bubuk. Negara Tujuan Ekspor (NTE) dari lada hitam ini juga beragam, yakni Vietnam, China, India, Amerika Serikat, dan Jerman.

Jumlah keseluruhan lada yang dihasilkan Indonesia mencapai 82.000 ton. Dari jumlah tersebut berarti sebanyak 41.000 ton dipasok dari Provinsi Bangka Belitung, diikuti oleh Aceh dan Lampung.

Cengkeh

(Supply: InaExport)

Cengkeh merupakan tanaman yang banyak dikenal karena memiliki aroma khas. Biasanya, cengkeh dijadikan bumbu dapur untuk memperkuat wangi masakan. Berdasarkan nilai ekspornya, Indonesia merupakan negara eksportir cengkeh terbesar di dunia, dengan nilai ekspor sebesar USD 176.5 miliar, atau 46.5% dari general nilai ekspor cengkeh.

Cengkeh diekspor dalam bentuk utuh maupun bubuk. Selain itu, gagang cengkeh yang merupakan limbah dari cengkeh juga diminati negara di timur tengah salah satunya Uni Emirat Arab. Gagang tersebut akan diambil minyaknya dan sisanya sebagai bahan baku pembuatan dupa.

Maluku Utara dan Sulawesi merupakan daerah penghasil cengkeh terbesar di Indonesia.

Negara tujuan utama ekspor cengkeh yaitu India, Vietnam, Saudi Arabia, Pakistan, serta beberapa negara di Uni Eropa seperti Jerman, Belanda dan Inggris. Jika teman-teman tahu Chai Tea, teh rempah asal India yang sangat populer, cengkeh merupakan salah satu rempah yang wajib ada di Chai Tea loh!

Vanilla

(Supply: The Malanesia Information)

Vanili adalah tanaman penghasil vanilla yang biasa dijadikan pengharum makanan manis. Ada dua jenis vanili yang diekspor dari Indonesia, yaitu planifolia dan tahitian. Biasanya, kedua jenis biji vanili ini diekspor dalam bentuk Grade A atau connoisseur dan Grade B atau extraction.

Vanili merupakan tanaman yang tergolong langka. Indonesia sendiri merupakan penghasil vanili nomor 2 di dunia, dengan jumlah produksi sebesar 2.304 ton in step with tahun.

Makanya, tak heran jika harga vanili di pasar world sangatlah mahal. Hal ini karena permintaan vanili yang tinggi tidak sebanding dengan pasokannya yang rendah.

Di Indonesia sendiri, vanili dapat ditemukan di Dairi Sumatera Utara, Pati Jawa Tengah, Banyuwangi Jawa Timur, Sumedang Jawa Barat, Gunung Pelindung Lampung dan Nusa Tenggara Timur.

Kesimpulan

Jadi, 8 komoditas pertanian unggulan yang telah Mincala jelaskan adalah sawit, kelapa, kakao, pala, kopi, lada hitam dan vanilla.

Untuk komoditas sawit, kelapa, pala dan cengkeh, Indonesia menduduki peringkat pertama untuk ekspor masing-masing produk tersebut.

Ceritakan Mincala dong, teman-teman di sini pada ekspor komoditas yang mana? Apakah komoditas kalian termasuk komoditas yang diminati pasar internasional?

AXL Parfum